Sabtu, 01 Juni 2013

Shooting Stars

           Gue paling suka memandangi langit di kala malam. Di saat bintang berhamburan di angkasa malam. Gue senang melihat bintang karena mereka indah dan berkilauan. Gue tertarik banget sama bintang-bintang ini, tapi begitu gue masuk bimbingan astronomi di sekolah gue, gue mabok. Puyeng sumpah.
Bayangin, ngitung aja disini bisa nyampe jutaan sampe milyaran, mending tinggal jumlahin doang, banyak rumusnya. Ngitung tahun cahaya lah, ini lah, itu lah tahu sendiri gue paling lemah dalam hal menghafal rumus.Tapi keseluruhan gue senang mempelajari itu semua, gue jadi tahu bintang kerdil, gue juga jadi tahu kenapa tempat tinggal asal gue Pluto gak bisa disebut sebagai planet lagi.
            Bintang juga berkaitan dengan berbagai mitos. Ada yang mengatakan bahwa jika ada bintang jatuh kita harus lekas menutup mata dan berdoa memohon apa yang kita inginkan, dengan begitu semua yang kita inginkan akan menjadi kenyataan. Lalu bagaimana ketika kita menutup mata,  bintang yang jatuh itu menimpa kita? Ironis.
            Saking sukanya gue dengan benda langit yang satu ini, gue menggunakan bintang sebagai kata kunci buat nge-gombalin cewek. Contoh:

Sayang
Iya sayang?
Tahu gak kamu itu bagaikan bintang lho
Ah masa?
Iya, meskipun dari jauh, kamu masih terlihat begitu cantik.
Ahh so sweet.

Tidak jarang gue pun gagal dalam menggunakan bintang sebagai gombalan, seperti ini:

Sayang
Iya sayang?
Lihat deh bintang yang disana
Yang mana sayang?
Itu tuh yang itu sayang
Oh, yang mana sih? Hehe
Err.. Yang itu tuh lihat yang aku tunjuk!
Mmm.. gak tahu deh yang mana kali
Ya Tuhan ambil aku....
DHUAAAARRRRR!!!!!
(Tiba-tiba ketiban bintang jatuh).

            Cuma gara-gara gue suka bintang kalian jangan mengasumsikan bahwa gue juga suka minum minuman beralkohol yang ber-merek benda langit tersebut. Gue bersih dari yang begituan. Gue produk halal kok. Nih di jidat gue ada cap halal-nya. Di gigi depan gue ada tanda SNI. Pokoknya gue bersertifikasi halal dan anti pecah juga aman untuk dipakai.
            Bintang, gue juga punya sahabat namanya Bintang. Dia orangnya lucu, baik, pintar, ramah, tapi gue gak suka dia karena dia cowok dan karena gue bukan homo. Bukan, gue bukan homo seperti yang kalian pikirkan. Gue normal kok, apa kalian masih perlu bukti? Jika iya langsung saja rasakan kejantanan gue sebagai cowok normal. Dengan melihat gue nimba di sumur punya Mbah gue.
            Selain itu gue suka film maupun tokoh kartun yang berbau bintang. Seperti halnya film Star Wars dan tokoh kartun favorit gue Patrick Star. Patrick Star menurut gue adalah panutan. Panutan untuk orang yang bego pake banget. Lah, berarti gue juga bego dong? Oh enggak, gue gak bego. Gue ganteng, gue keren, gue berkharisma. I am sexy and everybody know it.
Gue juga suatu saat nanti, kalau gue punya uang banyak nanti, gue akan buat atap kamar gue bisa memandang bintang pada malam hari, atapnya bakal gue bikin transparan. Biar gue bisa melihat bintang kapanpun gue mau, di saat gue senang, saat gue sedih, saat gue bad mood, saat gue berdoa, dan saat gue hendak memejamkan mata dan pada akhirnya tertidur. Indah sekali sepertinya.
Mungkin kita ini hidup bagaikan bintang. Meskipun kita kecil kita dapat menerangi dunia dengan canda tawa kita, dengan kebersamaan kita, dengan pohon yang kita tanam dan dengan kepercayaan sesama manusia dan kepada Tuhan Yang Maha Esa membuat cahaya yang kita pancarkan untuk menerangi bumi ini akan semakin terang benderang.
© What a Journal
Maira Gall