Rabu, 24 November 2010

Diskusi Ngehe


Hari ini mata pelajaran IPS, yang dimana setiap kelompok yang sudah ditentukan harus membuat makalah dan mempresentasikannya.
Kelompok gue yang terdiri dari gue, Iman, Muti, Aji, Ifan dan Nanda yang sudah membuat makalah dari jauh-jauh hari namun makalah itu hilang entah kemana. Mungkin terangkat ke langit ke-7 atau hanyut terbawa banjir ke Wasior atau mungkin dimakan oleh salah satu anggota kelompok. Namun Iman sebagai ketua kelompok yang cerdas telah membuat konsep materi baru secara spontan.  
Giliran kelompok gue maju tiba, tanpa didampingi guru. Kelas pun gaduh yang memerhatikan kelompok gue hanya segelintir orang. Kelompok gue pun mulai merasa terganggu karena kegaduhan kelas .  anak-anak yang lain mulai marah karena gue yang sedang membacakan materi suaranya gak kedengeran melempari gue dengan botol-botol minuman keras , apel busuk bahkan seorang siswa ada yang dilempar (lebay). Gue sebenernya males buat ngelanjutin diskusi ini, gue pengen keluar dan teriak kayak banci, eh sekenceng-kencengnya. Tapi apa daya the discussion must go on.
Keributan pun mereda ketika sang guru datang. Diskusi pun mulai diperhatikan oleh murid yang lain atau yang tadi menggelar konser ataupun acara talkshow sendiri.

Biasanya sang guru akan meminta satu murid untuk berkomentar ataupun menilai jalannya diskusi. Jika gue berada di posisi sebagai murid yang berkomentar gue akan bilang
Diskusi ini berjalan dengan sangat ngehe….”    
© What a Journal
Maira Gall