Biasanya malam jum'at identik dengan cerita horror. Gue heran, kenapa harus horror? kenapa enggak hentai gitu. Gue juga suka rada aneh, kenapa malam jum'at? kenapa gak malam minggu? kenapa nyokap gue marah-marah gak jelas? kenapa temen gue tiba-tiba kesurupan kayak gini? kenapa gue selalu ngutang pulsa sama Hanif? kenapa Abang tukang rujak suka nyebelin? kenapa gue begitu bego untuk nulis paragraf ini? DIAM! KALIAN JUGA BEGO! MAU MAUNYA BACA PARAGRAF INI!
Maaf paragraf tadi terlalu emosional.
Malam jum'at kali ini gue mau cerita tentang beberapa pengalaman yang sering gue alami. Gak ada hubungannya juga sih sebenarnya sama judulnya -_- .
Jadi gini, ini terjadi kira-kira bulan puasa sekitar 2 tahun yang lalu. Waktu itu gue sekeluarga lagi menjalankan ibadah puasa di Bandung. Saat itu sore-sore menjelang maghrib, sepulang ngabuburit kami sekeluarga bermaksud untuk pulang kerumah. Namun di perjalanan pulang, di sebuah perempatan lampu merah ada yang menggedor jendela mobil. Terus tante gue ngebuka jendela, dan ternyata orang yang menggedor jendela adalah seorang pengemis yang datang sambil ngesot. Pengemis itu berkata "Bu, tolonglah bu, saya belum makan dari pagi" tante gue menjawab "Saya juga lah, ganteng. Kan ini bulan puasa". Gue rasa dia terlalu bodoh untuk jadi pengemis. Tanpa kehabisan akal si pengemis berkata dengan muka yang lusuh bagaikan uang kertas seribuan yang lecek terus di oles-olesin ke ketek badak, "Saya dari tadi ngesot bu, capek. Tolonglah bu.." tante gue pun gak mau kalah, dia berkata "Lah, siapa suruh ngesot? Punya kaki ya mbo di pake toh?" . Sepertinya si Pengemis tidak mempunyai mental pengemis sejati, sehingga dia membalikkan badan, berdiri dan berlari menjauh...
YA, MEMBALIKKAN BADAN, BERDIRI dan BERLARI menjauh..
HELL.
Terima Kasih
Maaf postingan kali ini terlalu emosional :)
Salam Sayang,
Novian Aldiano